Category Archives: Serba Serbi

Cincin Nelayan Paus

Homili Paus Fransiskus dalam Misa Inaugurasi, 19 Maret 2013

Keterangan gambar : Dekan Kardinal, Angelo Sordano, saat memasangkan “cincin nelayan” di jari manis tangan kanan Paus Fransiskus.

Berikut kutipan Homili Paus dalam Misa Inaugurasi tanggal 19 Maret 2013 :

“Jadilah pelindung karunia Allah!

Setiap kali manusia gagal untuk menghidupi tanggung jawab ini, setiap kali kita gagal peduli bagi ciptaan dan bagi saudara dan saudari kita, suatu jalan terbuka bagi kebinasaan dan hati yang mengeras. Tragisnya, dalam setiap periode sejarah ada ‘Herodes’ yang merencanakan kematian, mendatangkan malapetaka, dan mengotori wajah laki-laki dan perempuan.

Saya meminta semua orang yang memiliki tanggung jawab dalam kehidupan ekonomi, politik dan sosial, dan semua laki-laki dan perempuan yang berkehendak baik: marilah kita menjadi “pelindung” ciptaan, pelindung rencana Allah yang tergores dalam alam, pelindung satu sama lain dan lingkungan. Mari kita tidak mengizinkan tanda-tanda kehancuran dan kematian untuk menyertai kemajuan dunia ini! Tetapi menjadi pelindung, kita juga harus berjaga-jaga atas diri kita sendiri! Janganlah kita lupa sehingga kebencian, iri hati dan kebanggaan mencemari hidup kita! Menjadi pelindung, kemudian, juga berarti tetap menjaga perasaan kita, hati kita, karena mereka adalah tempat duduk niat baik dan jahat: niat yang membangun dan meruntuhkan! Kita tidak harus takut akan kebaikan atau bahkan kelembutan!

Mari kita tidak pernah lupa bahwa kekuatan otentik adalah pelayanan, dan bahwa Paus juga, ketika menjalankan kekuasaan, harus semakin penuh masuk ke dalam pelayanan yang memiliki puncak yang bercahaya pada Salib. Ia harus terinspirasi oleh pelayanan yang rendah hati, teguh dan setia yang ditandakan Santo Yosef dan, seperti dia, ia harus membuka lengannya untuk melindungi semua umat Allah dan merangkul dengan kasih sayang yang lembut seluruh umat manusia, terutama yang paling miskin, yang paling lemah, yang tersisih, orang-orang yang dirinci Matius dalam penghakiman akhir tentang kasih: yang lapar, yang haus, orang asing, yang telanjang, yang sakit dan orang-orang dalam penjara (bdk. Mat 25:31-46). Hanya mereka yang melayani dengan kasih, yang mampu melindungi!”

Homili selengkapnya bisa di baca di

http://www.news.va/it/news/santa-messa-per-linizio-del-ministero-del-sommo-2 (bahasa Italia)

http://www.news.va/en/news/pope-homily-for-inaugural-mass-of-petrine-ministry (bahasa Inggris)

atau di

http://katekesekatolik.blogspot.de/2013/03/homili-paus-fransiskus-pada-misa_19.html (bahasa Indonesia)

beberapa foto-foto nya : (dari berbagai sumber)

Pope Francis

Bagaimana Nama Fransiskus Muncul di Pikiran Paus Terpilih ?

Pada tanggal 16 Maret 2013 saat audiensi umum dengan perwakilan media, Paus Fransiskus secara singkat memberitahukan alasan mengapa beliau memilih nama “Fransiskus” merujuk kepada St. Fransiskus dari Assisi.
Paus berkata bahwa beberapa orang tidak mengerti apakah ia menamai dirinya dengan nama St. Fransiskus Xaverius atau St. Fransiskus de Sales atau St.Fransiskus Assisi. Ia menggambarkan bagaimana selama konklaf, ia duduk di sebelah Uskup Agung Emeritus Sao Paolo, Kardinal Claudio Hummes, seorang teman dekatnya. “Ketika pemungutan suara menjadi mendebarkan, ia (Kardinal Hummes) menenangkan saya.”, kata Paus Fransiskus. Dan ketika suara sedang dihitung dan menjadi jelas bahwa Paus telah terpilih, Para Kardinal mulai bertepuk tangan dan Kardinal Hummes “memeluk dan mencium saya dan berkata: ‘Jangan lupakan kaum miskin’ … dan hal itu menampar saya … kaum miskin … Tiba-tiba saya berpikir mengenai St. Fransiskus dari Assisi … Fransiskus adalah seorang manusia perdamaian, seorang manusia kemiskinan dan seorang manusia yang mencintai dan melindungi ciptaan. Betapa saya mencintai Gereja yang adalah miskin dan untuk kaum miskin.”, tambah Paus Fransiskus. Hal itulah bagaimana nama tersebut muncul di pikiran Sang Paus.
Paus melanjutkan bahwa beberapa orang menyarankan mengambil nama Paus Adrianus yang diasosiasikan sebagai pembaharu Gereja. Dan berdasarkan fakta bahwa Beliau adalah seorang Yesuit, Paus Fransiskus menyatakan bahwa beberapa orang menyarankan mengambil nama Klemens XV untuk mengenang kembali Paus Klemens XIV yang pernah membekukan Serikat Yesus (Yesuit) pada tahun 1773. Tetapi, akhirnya yang ia pilih adalah Fransiskus.

Pax et Bonum

(dari berbagai sumber)

Paus-Fransisco

Asap Putih dari Cerobong Asap Kapel Sistina, Uskup Agung Buenos Aires Argentina Jadi Paus

Rabu 13 Maret 2013, pukul 19.05 waktu Vatikan atau Kamis 14 Maret 2013 pukul 01.14 Waktu Indonesia Barat (WIB) keluarlah asap putih dari cerobong asap Kapel Sistina seperti yang disiarkan secara langsung dalam acara breaking news siaran televisi Euronews.

Keluarnya asap putih ini menandakan bahwa proses Konklaf pada pemilihan hari kedua sesi kedua atau sesi sore hari ini telah menghasilkan Paus Baru.

Asap putih yang keluar tersebut diiringi dengan suara teriakan massa yang hadir di Lapangan Basilika Santo Petrus dan diiringi bunyi lonceng bertalu-talu mengingatkan kita pada peristiwa perpisahan Paus emiritus Benediktus XVI yang meninggalkan Vatikan menggunakan helikopter menuju Kastil Gandolfo.

Proses Konklaf atau pemilihan Paus Baru tahun 2013 ini dilaksanakan dalam dua hari, lebih lama satu hari jika dibandingkan ketika Konlaf semasa Paus emiritus Benediktus XVI terpilih pada 19 April 2005.

Saat ini semua pandangan massa tertuju ke balkon Basilika Santo Petrus. Lampu-lampu penerangan yang diarahkan ke Basilika tersebut menerangi Balkon Basilika yang siap digunakan untuk mengumumkan Paus Baru.

Iring-iringan Pasukan Drumband Tentara Italia dan Pasukan Garda Swiss berjalan dengan serempak menuju bagian depan Basilika tepat di bawah Balkon tempat akan disampaikannya pengumuman Paus Baru

Tepat pukul 20.12 waktu Vatikan atau hari Kamis 14 Maret pukul pukul 02.18 WIB Kardinal Tauran mewakili Kolegium Kardinal keluar menuju Balkon dan mengumumkan terpilihnya Paus Baru. ”Annuntio Vobis Gaudium magnum: Habemus Papam,” ujarnya. Kata-kata Latin ini berarti: ”kami mengumumkan dengan sukacita yang besar, kita telah memiliki Paus baru”. Setelah pengumuman tersebut, Paus Baru dengan nama Paus Fransisco keluar menuju Balkon Basilika Santo Petrus dan menyapa massa yang berteriak-teriak menyebut namanya.

Paus Baru dari Argentina ini memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, SJ. Ia adalah Jesuit pertama dalam sejarah, yang terpilih menjadi Paus. Uskup Agung Buenos Aires, Argentina ini dikenal sebagai intelektual Jesuit yang suka bepergian dengan bus dan memiliki perhatian terhadap kemiskinan. Ketika Ia diangkat menjadi Kardinal, Ia membujuk ratusan umat Argentina untuk tidak terbang ke Roma merayakan Natal atau Paskah. Ia malah berharap kepada umatnya untuk memberikan uang untuk membeli tiket kepada orang miskin. Paus baru ini juga dikenal sebagai penentang keras kebijakan pemerintah Argentina dalam melegalkan pernikahan gay pada tahun 2010. Ia dilantik kardinal oleh Yohanes Paulus II pada tanggal 21 Februari 2001.

A. Nendro Saputro

sumber : hidupkatolik.com

Asap-yang-keluar-pada-Konklaf-hari-pertama-12-Maret-2013

Asap Hitam di Konklaf Hari Pertama, 12 Maret 2013

Selasa 12 Maret sore, sekitar pkl. 15.45 waktu Roma, 115 Kardinal dijemput menuju Kapel Paulina kemudian berarak secara meriah dan dalam suasana doa menuju Kapela Sistina, tempat diadakan Konklaf, demikian laporan Pastor Markus Solo SVD langsung dari Roma.

Setelah iring-iringan para Kardinal sampai di Kapel Sistina lalu mereka diangkat sumpah satu demi satu untuk menjaga kerahasiaan Konklaf. Selang kurang lebih 1 jam kemudian diumumkan “Extra Omnes” oleh Seremonial Paus, Mgr. Guido Marini dan semua orang selain 115 Kardinal pemilih meninggalkan Kapela Sistina pertanda Konklaf telah dimulai. Pintu Kapel lalu ditutup rapat, dikawal oleh dua Garda Swiss dalam posisi tegap dengan lembing di tangan kanan.

Sejak para Kardinal memasuki Kapela Sistina biarpun hujan rintik-rintik lapangan Basilika Santo Petrus yang sudah dilengkapi dengan beberapa layar lebar tetap dipadati manusia yang ingin memantau jalannya Konklaf. Orang yang hadir menyaksikan Konklaf di lapangan tersebut didominasi kaum muda dari berbagai bangsa bercampur baur dengan para wartawan.

Tepat pukul 19.41 malam waktu Roma, asap keluar dari cerobong asap Kapel Sistina. ”Semua orang sempat berteriak mengira Paus baru telah terpilih karena pada awalnya asap putih terlihat. Tetapi semakin saat semakin pekat, dan semua akhirnya sadar bahwa asap pertama ini adalah asap hitam,” kata Pastor Markus.

Melihat asap hitam pertanda Paus baru belum terpilih kemudian massa yang melihat dari Lapangan Basilika Santo Petrus membubarkan diri. Konklaf dilanjutkan pada hari ini Rabu, 13 Maret. Direncanakan hari ini akan terjadi empat kali pemilihan. Pada pagi hari diadakan pemilihan sebanyak dua kali, dan dua kali lagi pada sore hari.

Di luar, di sekitar lapangan Basilika Santo Petrus umat yang hadir memantau terus cerobong asap di atas Kapel Sistina. Apabila asap putih yang keluar dari cerobong tersebut maka pertanda Paus baru telah terpilih, namun jika asap hitam yang keluar berarti Paus baru belum terpilih dan proses Konklaf akan dilanjutkan hari berikutnya.

A. Nendro Saputro

sumber : hidupkatolik.com

Find The Difference Gereja St. Ambrosius

Temukan perbedaan dari foto-foto berikut ini.

Foto 1 :

Foto2 :

Foto 3 :

Foto 4 :

Foto 5 :

Foto 6 :

Foto 7 :

Foto 8 :

Foto 9 :

 

 

Paus-Benediktus-XVI-di-hadapan-200.000-peziarah-dalam-acara-perpisahan-di-Lapangan-Santo-Petrus_cr

Pesan Perpisahan Paus Benediktus XVI

Vatikan. Tepat pkl. 10.35 pagi waktu Roma, Rabu, 27/2/2013, Papa Mobil meluncur pelan, masuk ke Lapangan Santo Petrus dari samping kanan Basilika. Di belakangnya duduk Sekretaris pribadi, Mgr.. Georg Gaenswein, yang sudah ditahbiskan paus menjadi Uskup Agung pada 6 Januari 2013 lalu dan merangkap Kepala Rumah Tangga PrefetturaSri Paus.Ketika melihat Papa Mobil, umat yang hadir semakin kuat dan ramai meneriakkan yel-yel seraya bertepuk tangan meriah. Setelah melewati beberapa blok untuk menyalami umat diiringi Musik Militerdari wilayah kelahirannya, Bavaria, Jerman, beliau naik ke Singgasana, sebuah Kursi putih yang sudah akrab dengannya sejak 8 tahun ini. Seperti biasa, sebelum duduk, beliau merentangkan kedua tangan ke arah para hadirin, seolah-olah ingin merangkul mereka satu persatu. Di saat itu keharuan mulai terasa.

Setelah rangkaian salam dan pembacaan dari Kitab Suci, beliau mulai membacakan wejangannya yang terakhir. Hadirin hening dan mendengar dengan penuh perhatian. Sering juga hadirin menyela Sri Paus dengan tepukan tangan panjang dan yel “Benedetto”, terutama ketika beliau mengungkapkan kata-kata peneguhan dan pujian yang masuk hingga ke lubuk hati pendengar.

Dalam sambutannya Sri Paus mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah memilih dan mempercayakan tugas ini kepadanya. Katanya:”Delapan tahun lalu, ketika sudah jelas bahwa diri saya terpilih menjadi Paus, pertanyaan yang dominan di dalam hati saya adalah: Tuhan, apa yang Kau inginkan dariku? Mengapa Engkau memilihku? Saya tahu bahwa sejak itu saya memikul beban berat di bahu saya”, tutur Sri Paus.

Lebih lanjut Sri Paus menegaskan bahwa delapan tahun yang lalu adalah tahun-tahun yang indah dan penuh arti. Tetapi juga masa-masa penuh tantangan, sehingga Gereja ibarat bahtera para rasul yang terombang-ambing di danau Genesaret. Badai dan gelombang menerjang menimbulkan rasa takut dan panik, dan Tuhan tidur di buritan. Tetapi syukur, Tuhan tidak meninggalkan bahtera ini, karena bahtera ini bukan milik kita manusia atau milik saya pribadi, tetapi milik Tuhan sendiri. Mendengar itu, umat yang hadir bertepuk tangan ramai sambil meneriakkan nama Sri Paus. Beliu sadar bahwa selama masa bakti, Tuhan senantiasa dekat dengan umatNya dan menganugerahkan segala yang perlu untuk kemajuan GerejaNya.

Sri Paus juga mengungkapkan terima kasih kepada para pekerjanya di Tahta Suci Vatikan dan seluruh umat yang tersebar di seluruh dunia. Selama masa jabatannya, beliau betul merasakan dukungan dan kedekatan umat Katolik seluruh dunia, sekalipun banyak dari mereka yang belum pernah berjumpa dengannya secara langsung.

Diakhir sambutan yang berdurasi kurang lebih 20 menit itu, Paus Benediktus XVI meneguhkan hati dan iman umat Katolik sedunia. Katanya dalam nada getar: “Saya pergi. Itu keputusan yang saya ambil dengan sukarela. Tetapi kamu harus tetap riang gembira di dalam iman. Saya pergi bukan untuk urusan pribadi. Saya pergi untuk membaktikan diri kepada doa untuk Gereja kita yang kita cintai ini. Tuhan yang memanggil kita ke dalam satu komunitas iman, akan tetap bersama kita, memenuhi hati kita dengan harapan dan menyinari kita dengan kasihNya tanpa batas.”

Usai sambutan terakhir ini, hadirin yang saat itu sudah membludak hingga ujung Via della Conciliazione berdiri, memberikan aplaus panjang. Lambaian bendera-bendera dan spanduk-spanduk kelihatan semakin tenang pertanda sedih. Sri Paus pun berdiri, melambaikan tangan kepada hadirin. Sebuah momentum kuat yang sempat menuai deraian air mata.

Upacara dilanjutkan dengan penyampaian ucapan Salam pisah dan terima kasih dari para hadirin yang diwakili melalui kelompok bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Portugis, Polandia dan Arab.

Di akhir audiensi, Sri Paus dan hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Bapa Kami di dalam bahasa Latin. Lalu beliau menutup dengan berkat terakhirnya sebagai Paus.

Beliau turun tahta. Berjalan menuju Papa Mobil, mengambil tempat duduk. Papa Mobil turun perlahan dari pelataran Basilika menuju hadirin. Tahtanya, Kursi putih, tinggal kosong.

Sri Paus bergerak keluar, diiringi aplaus panjang, memanggil-manggil namanya dan seraya air mata tetap berderai. Di atas Papa Mobil beliau terus merentangkan kedua tangannya, seakan-akan ingin membawa pergi sekitar 200.000-an hadirin bersamanya.

Rangkulan lengannya tentu terlalu pendek untuk jumlah sebesar ini, apalagi untuk umat Katolik sedunia. Tetapi di dalam doa dari atas bukti Mons Vaticanus, beliau dan seluruh umat Katolik di lima benua akan tetap bersatu. Terima kasih Bapa Suci Bekediktus XVI.

Laporan P. Markus Solo, SVD
Langsung dari Tahta Suci, Vatikan

sumber : www.hidupkatolik.com
Pope-Benedict-XVI

Air Mata dan Tepuk Tangan Warnai Misa Terakhir Paus Benediktus XVI

(Vatican 14/02/2013)

Dengan ucapan ‘Grazie’ saat para kardinal menanggalkan topi mereka dan tepuk tangan membahana di Basilika Santo Petrus, Paus Benediktus XVI yang terlihat lemah mengucapkan selamat tinggal saat memimpin misa Rabu Abu, misa terakhirnya sebagai Paus.

“Kami akan berbohong, Yang Mulia, jika kami tidak mengatakan bahwa ada aura kesedihan di hati kami pada sore ini,” ujar Kardinal Tarcisio Bertone, wakil Benediktus dengan suara gemetar.

“Terima kasih karena telah memberikan kami teladan sebagai pekerja keras yang sederhana di ladang anggur Tuhan,” imbuh Bertone mengutip pernyataan Benediktus saat dia pertama kali tampil di Lapangan Santo Petris setelah dia dipilih sebagai Paus.

Sembari tersenyum, Benediktus menjawab, “Grazie. Sekarang marilah kita berdoa.” Kalimat itu mengakhiri tepuk tangan gemuruh yang berlangsung selama beberapa menit.

Kemudian, para kardinal melakukan aksi mengejutkan yang merupakan pertanda rasa hormat dengan menanggalkan topi mereka. Beberapa di antara mereka terlihat jelas menitikkan air mata. (Metrotvnews.com)

“Makin Beriman, Makin Bersaudara dan Makin Berbela Rasa” Tema APP 2013

Surat Keluarga Februari 2013 : “Belarasa dalam Keluarga”:

Selalu saja ada yang terlupakan

Ada yang dianggap bisa segalanya dan diabaikan

Ada yang dianggap tidak ada karena tak punya apa apa

Ada yang merasa begitu karena terlalu banyak diperhatikan

Siapakah yang paling kita perhatikan?

Apakah yang paling hebat atau yang terpinggirkan?

 Para keluarga di Jakarta, setiap orangtua yang ditanya tentang cinta kasih akan berkata, “Aku mencintai anak-anakku semua sama rata, tidak ada yang kuperhatikan lebih dan kurang.” Hampir semua menegaskan keadilan kasih ini di antara orang yang dikasihi dalam keluarga. Tetapi dari beberapa pengakuan, beberapa anak merasa dilupakan dan kurang mendapat perhatian. Mengapa demikian?

Kasih sayang setiap orangtua adalah kasih sayang manusia yang selalu terbatas dan mempunyai kekurangan. Orangtua mencintai justru dari ketidaktahuannya tentang keadilan yang penting bagi perkembangan jiwa anak-anaknya. Seorang anak yang mendapat perhatian lebih, barangkali akan merasa terlalu disayang dan hilang kemampuan mengenai mana yang benar dan salah. Yang berkekurangan perhatian dan kasih, sebaliknya, akan mengalami kehausan dan perasaan diabaikan.

Apakah mungkin mengasihi dalam keluarga bisa adil? Apakah mungkin kita membagi rata perhatian kita pada semua anggota keluarga? Ataukah kita lebih suka memberikan semua itu kepada mereka yang saya sukai? Keluarga yang terkasih, dalam rangka APP 2013 ini, kita diajak untuk berbagi dengan adil dan berbelarasa pada mereka yang lebih menderita. Cara yang barangkali bisa kita terapkan dalam keluarga adalah adil dalam memberi perhatian dan kasih.

Sejak kecil kita dilatih untuk memilih dan memperhatikan dan berteman, dan bermain dengan mereka yang kita sukai. Kita belajar untuk menghindari mereka yang kurang menguntungkan dan kurang “bermanfaat” bagi kita. Kita sungguh telah belajar mengambil keuntungan dari setiap hubungan  dengan teman-teman. Hal ini mempengaruhi cara kita mengasihi mereka yang tinggal bersama kita.

Banyak kasus di mana seorang anak mengalami luka batin yang mendalam karena kurang kasih dan kurang cinta. Mereka mungkin mengalami juga kelumpuhan dalam relasi dengan pasangan hidup dan keluarganya. Pengalaman tumpukan luka ini bisa menjadi semacam “dosa keluarga” yang seolah-olah diturunkan dari generasi ke generasi. Sebagai orang beriman, kita harus mulai menghentikannya. Kita harus berusaha memperhatikan mereka yang paling lemah yang paling membutuhkan perhatian.

Memberi perhatian tidak sama dengan secara berlebihan menghabiskan perhatian untuk satu orang dan mengabaikan yang lain. Secara wajar setiap anggota keluarga harus mendapat perhatian dan kasih sayang. Untuk ini diperlukan suatu kesadaran akan perlunya rahmat kesadaran yang didasarkan dari cinta kasih yang tulus.

Dalam semangat persaudaraan, seluruh gerak Keuskupan Agung Jakarta mengajak kita juga untuk mengembangkan semangat belarasa. Cobalah menerapkannya lebih dahulu di dalam rumah kita. Singkirkanlah penghalang usaha kasih di antara kita. Berikanlah waktu kepada anak yang paling dipinggirkan, yang paling kurang berprestasi, yang “tidak hebat”, dan yang kurang membanggakan bagi Anda. Barangkali, dengan kasih yang baru dan belarasa yang tulus, anak Anda akan bertumbuh dan berkembang.

Kebanyakan permasalahan dalam keluarga berasal dari hubungan yang tidak harmonis dan kekurangan kasih sayang. Jangan biarkan masalah datang dalam keluarga Anda hanya karena anak-anak kurang perhatian. Mulailah memberi kata-kata peneguhan, sentuhan fisik, hadiah, penghargaan, waktu yang cukup untuk anak-anak kita, dan terutama menyampaikan pesan bahwa mereka juga berharga.

Kalau anak-anak atau anggota keluarga kita merasa dirinya berharga, kemungkinan untuk berkembang akan semakin tinggi. Anak-anak yang tahu bahwa kehadirannya dikehendaki, akan lebih percaya diri dan termotivasi untuk memberikan diri yang terbaik. Jangan lupa, semua orang membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Bimbinglah mereka agar kelak mereka juga turut membanggakan Anda.

Di awal masa tobat, Aksi Puasa Pembangungan (APP) dan sekaligus di bulan kasih sayang ini, saya ingin mengajak Anda sekalian merasakan keindahan hidup keluarga Anda. Betapapun sulitnya membangun komunikasi; bagaimanapun jauhnya kita dengan orang-orang yang seharusnya kita kasihi, selalu ada kemungkinan perbaikan. Percayalah kepada Tuhan. Pengharapan akan membuat kita tahan uji dan makin beriman kepada-Nya. Berusahalan meraih hati mereka lagi, supaya Anda bangkit bersama Kristus di hari Paskah yang akan datang. Inilah aksi puasa pembangunan di rumah kita.

Selamat menjalankan puasa dan pantang. Mulailah dengan pengharapan dan ajaklah seluruh keluarga juga mengharapkan kebaikan bagi sesame yang lain. Berikan hati dan kasih yang tulus melalui usaha yang nyata dalam APP tahun ini. Semoga semakin banyak orang terberkati, mulai dari keluarga kita dulu. Semoga Allah memberkati usaha dan niat baik kita. Amin

Rm. A. Erwin, MSF

Mars Berbelarasa dalam 4 suara + teks :

4-suara-MARS-BERBELARASA-teks

sumber : www.kaj.or.id

benedictus xvi

Paus Berhenti

Paus Benediktus XVI telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin umat Katolik sedunia yang akan berlaku pada 28 Februari mendatang. Dalam website resmi Radio Vatican, en.radiovaticana.va, pidato pengunduran diri Paus Benediktus XVI dituliskan dalam terjemahan bahasa Inggris, disertai rekaman pengunduran dirinya dalam bahasa Latin.

Berikut terjemahan bahasa Inggris dan Indonesia dari pidato pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang disampaikannya dalam bahasa Latin pada pertemuan dengan para kardinal di Vatikan:

Dear Brothers, I have convoked you to this consistory, not only for the three canonisations, but also to communicate to you a decision of great importance for the life of the Church.

After having repeatedly examined my conscience before God, I have come to the certainty that my strengths, due to an advanced age, are no longer suited to an adequate exercise of the Petrine ministry. I am well aware that this ministry, due to its essential spiritual nature, must be carried out not only with words and deeds, but no less with prayer and suffering.

However, in today’s world, subject to so many rapid changes and shaken by questions of deep relevance for the life of faith, in order to govern the bark of Saint Peter and proclaim the Gospel, both strength of mind and body are necessary, strength which in the last few months, has deteriorated in me to the extent that I have had to recognise my incapacity to adequately fulfil the ministry entrusted to me.

For this reason, and well aware of the seriousness of this act, with full freedom I declare that I renounce the ministry of bishop of Rome, successor of Saint Peter, entrusted to me by the cardinals on 19 April 2005, in such a way, that as from 28 February 2013, at 20:00 hours, the See of Rome, the See of Saint Peter, will be vacant and a conclave to elect the new supreme pontiff will have to be convoked by those whose competence it is.

Dear Brothers, I thank you most sincerely for all the love and work with which you have supported me in my ministry and I ask pardon for all my defects.

And now, let us entrust the Holy Church to the care of our supreme pastor, Our Lord Jesus Christ, and implore his holy Mother Mary, so that she may assist the cardinal fathers with her maternal solicitude, in electing a new supreme pontiff.

With regard to myself, I wish to also devotedly serve the Holy Church of God in the future through a life dedicated to prayer.

Terjemahan dalam bahasa Indonesianya:

Saudara-saudara terkasih, saya mengumpulkan Anda sekalian di konsistori, tidak hanya untuk tiga kanonisasi, tetapi juga untuk menyampaikan keputusan penting terkait kehidupan Gereja.

Setelah berulang kali memeriksa hati nurani saya di hadapan Allah, saya sampai pada kepastian bahwa kekuatan saya, karena usia lanjut, tidak lagi cocok dan memadai untuk melanjutkan pelayanan Santo Petrus. Saya juga menyadari bahwa pelayanan ini, karena hakikatnya spiritual, harus diemban tidak hanya dengan kata-kata dan perbuatan, tetapi tidak kalah pentingnya juga dengan doa dan penderitaan.

Namun, di dunia sekarang ini, mengingat perubahan yang begitu cepat dan guncangan oleh pertanyaan yang sangat terkait dengan kehidupan iman, agar menjalankan tahta Santo Petrus dan memberitakan Kabar Gembira, kekuatan pikiran dan tubuh sangat diperlukan. Kekuatan ini dalam beberapa bulan terakhir memburuk, hingga saya harus menyadari ketidakmampuan saya untuk memenuhi pelayanan yang dipercayakan kepada saya.

Untuk alasan ini, dan dengan penuh kesadaran atas seriusnya hal ini, serta dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya melepaskan pelayanan saya sebagai Uskup Roma, penerus Santo Petrus, yang telah dipercayakan kepada saya oleh para Kardinal pada 19 April 2005. Sedemikian rupa bahwa mulai sejak 28 Februari 2013, pukul 20:00, Tahta Roma, Tahta Santo Petrus, akan kosong dan konklaf untuk memilih Paus yang baru harus digelar oleh mereka yang memiliki otoritas untuk itu.

Saudara-saudara terkasih, saya mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya untuk cinta dan karya yang Anda berikan kepada saya selama saya melayani dan saya mohon maaf untuk segala kekurangan saya.

Dan sekarang, mari kita mempercayakan Gereja Kudus pada bimbingan Sang Gembala Agung Tuhan kita Yesus Kristus, dan memohon pada Bunda Suci Maria untuk mendampingi para Kardinal dengan sentuhan seorang Ibu untuk memilih Paus yang baru.

Berkenaan dengan diri saya, saya harap akan tetap dengan sepenuh hati melayani Gereja Allah yang Suci di masa mendatang lewat hidup yang sepenuhnya dibaktikan pada doa.

 

sumber : www.hidupkatolik.com

Vatican Pope New Year Eve

Para Pemimpin Dunia Sampaikan Pesan Tahun Baru

(01/01/2013)Paus mengatakan ia menentang apa yang disebut kapitalisme finansial yang tidak teregulasi dalam pesannya di Gereja Santo Petrus, Basilica, Selasa (1/1), sambil memperingati  hari perdamaian sedunia.

Para pemimpin dunia lain juga menyampaikan pesan tahun baru, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mendesak rakyat Rusia untuk bekerjasama, bergerak maju dengan keyakinan, dan menghadapi tantangan pada tahun 2013.

Dalam pidato yang disiarkan secara tak terduga, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un  mengatakan, isu penting tahun ini adalah meredakan konfrontasi antara negaranya dan Korea Selatan. Ia juga berbicara mengenai usaha membangun ekonomi negaranya.

Presiden Burma Thein Sein menyerukan terciptanya rasa saling percaya yang lebih besar antara pemerintah dan rakyat. Ia mengatakan, dunia terkesima dengan kemajuan politik negaranya, menyusul transisi dari pemerintahan militer.

President Mwai Kibaki menandai tahun baru dengan menyerukan pemilu yang damai di Kenya, dimana ketegangan meningkat menjelang pemilu Maret 2013. Ia mengatakan, pemilu yang damai akan mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kenya adalah penyokong demokrasi, kebebasan dan kemerdekaan.

Di Venezuela, warga berkumpul di gereja-gereja dan plaza-plaza untuk mendoakan Presiden Hugo Chavez yang sedang sakit, menyusul komplikasi baru setelah menjalani pembedahan bulan lalu. Chavez, yang sedang berjuang melawan kanker, dikabarkan menderita infeksi saluran pernafasan. Paus mengatakan ia menentang apa yang disebut kapitalisme finansial yang tidak teregulasi dalam pesannya di Gereja Santo Petrus, Basilica, Selasa (1/1), sambil memperingati  hari perdamaian sedunia.

Para pemimpin dunia lain juga menyampaikan pesan tahun baru, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mendesak rakyat Rusia untuk bekerjasama, bergerak maju dengan keyakinan, dan menghadapi tantangan pada tahun 2013.

Dalam pidato yang disiarkan secara tak terduga, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un  mengatakan, isu penting tahun ini adalah meredakan konfrontasi antara negaranya dan Korea Selatan. Ia juga berbicara mengenai usaha membangun ekonomi negaranya.

Presiden Burma Thein Sein menyerukan terciptanya rasa saling percaya yang lebih besar antara pemerintah dan rakyat. Ia mengatakan, dunia terkesima dengan kemajuan politik negaranya, menyusul transisi dari pemerintahan militer.

President Mwai Kibaki menandai tahun baru dengan menyerukan pemilu yang damai di Kenya, dimana ketegangan meningkat menjelang pemilu Maret 2013. Ia mengatakan, pemilu yang damai akan mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kenya adalah penyokong demokrasi, kebebasan dan kemerdekaan.

Di Venezuela, warga berkumpul di gereja-gereja dan plaza-plaza untuk mendoakan Presiden Hugo Chavez yang sedang sakit, menyusul komplikasi baru setelah menjalani pembedahan bulan lalu. Chavez, yang sedang berjuang melawan kanker, dikabarkan menderita infeksi saluran pernafasan.(voaindonesia.com)

www.mirifica.net