Renungan Harian Jumat, 17 Oktober 2014

Pengasih, Penyayang

Pekan Biasa XXVII; Gal 3:7-14; Mzm 111; Luk 11:15-26
Dalam Injil, orang menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pengulu setan. Tuduhan ini dapat dipahami kalau kita memahami Perjanjian Lama. Dalam Kitab Imamat 20:6; 27, dikatakan bahwa bila seseorang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, orang itu harus dihukum mati. Lebih jelas lagi ketika kita melihat Musa dan para nabi. Sebelum mereka melakukan suatu mukjizat, mereka menyebut nama Allah dan berseru minta tolong kepada-Nya.
Dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat Yesus yang seringkali tidak menyebut nama Allah maupun menyerukan permohon kepada Allah untuk mengusir setan ataupun ketika melakukan mukjizat. Dari sinilah orang berpikir, kalau Yesus tidak meminta pertolongan dari kuasa Allah, maka Yesus meminta pertolongan dari kuasa yang lain, yaitu kuasa kegelapan.
Yesus dalam setiap tindakan-Nya adalah cerminan dari yang dikatakan pemazmur dalam Mzm 111:4, “Perbuatan-perbuatan- Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.” Segala mukjizat dan tindakan pengusiran setan yang dilakukan Yesus bertujuan untuk hidup dalam iman bahwa Tuhan itu sangat mengasihi dan menyayangi kita. Untuk itulah Paulus berkata, “Orang benar akan hidup oleh iman” (Gal 3:11).
RD Josep Susanto
sumber : hidupkatolik.com

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>