Renungan Harian Rabu, 24 Juli 2013

What’s Going On

Pekan Biasa XVI; Kel 16:1-5.9-15; Mzm 78; Mat 13:1-9
Sejak Mat 12, oposisi terhadap Yesus makin intensif. Kelompok Farisi secara langsung menentang Yesus (12:1-8); mereka menuduh-Nya berkomplot dengan Beelzebul, penghulu setan (12:24). Maka Yesus harus dibunuh. Itulah keputusan persekongkolan antara para Farisi dan para pemimpin Yahudi (12:14).
Yesus pun tak diam. Ia mengatakan, kelakuan para oposan itu sebuah dosa yang tidak terampuni (12:32). Mereka pantas disebut “ular beludak” (12:34a), dan ditambah dengan para ahli Taurat, mereka merupakan “generasi jahat dan tidak setia, yang (hanya mau) menuntut suatu tanda (saja)” (12:38-39). Yesus pun menjelaskannya dengan cerita sederhana; “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur… ” (Mat 13: 3 dst).
Pokok utama perumpamaan penabur itu adalah adanya keanekaragaman tanah. Tanah itu adalah gambaran sikap manusia terhadap Sabda. Ada orang yang sejak awal telah berprasangka buruk terhadap sabda Tuhan. Mereka menerima Sabda, tapi tak pernah mendalami. Ada penerima Sabda yang sangat bersemangat, tapi tak bisa menentukan prioritas. Concern-nya begitu banyak, hingga Sabda itu terpinggirkan. Terakhir, penerima Sabda dengan hati terbuka. Pada merekalah, Sabda itu akan menghasilkan buah-buah berlimpah. Lalu, what’s going on dengan kita? ‘Tanah’ macam apa yang kita sediakan saat berhadapan dengan Sang Sabda?
Henricus Witdarmono
sumber : hidupkatolik.com

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>