Paus Fransiskus Kecam Kebiasaan Membuang Makanan

paus-fransiskus

VATICAN CITY, - Paus Fransiskus mengecam kebiasaan warga negara-negara Barat yang kerap menyisakan makanan mereka. Paus menyamakan kebiasaan itu seperti mencuri makanan dari orang miskin.

Pernyataan Paus ini merupakan bagian dari kotbahnya yang dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dicanangkan PBB.

“Budaya membuang makanan membuat kita kehilangan sensitifitas. Kebiasaan ini sangat menjijikkan di saat banyak orang dan keluarga di seluruh dunia masih kelaparan dan kekurangan gizi,” kata Paus Fransiskus.

“Dulu, nenek moyang kita sangat berhati-hati terhadap makanan dan tak pernah menyisakan makanan yang disantap. Konsumerisme membuat kita terbiasa melihat sisa makanan yang dibuang, yang menurut kita tak bernilai,” lanjutnya.

“Membuang makanan tak ubahnya mencuri makanan dari meja orang miskin dan kelaparan,” Paus menegaskan.

Sejak terpilih menjadi pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus berulang kali menyerukan agar umat Katolik berbuat lebih banyak dalam membela orang miskin dan mencoba hidup lebih hemat.

Berdasarkan data dari Organisasi Pangan Dunia (WFP) setiap tahun sebanyak 1,3 miliar sisa makanan dibuang begitu saja. Jumlah ini sama dengan sepertiga dari jumlah makanan yang diproduksi dunia selama satu tahun.  (sumber : kompas.com)

Artikel Terkait :

Tanggal 05 juni 2013 merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ditetapkan dalam sidang umum PBB tahun 1972 silam, untuk menandai pembukaan konferensi lingkungan hidup di stockholm pada tanggal 5-16 juni 1972. Hari lingkungan hidup sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 juni untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif. hari lingkungan hidup se-dunia merupakan instrumen penting yang digunakan PBB untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan dan mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. sebagai milik seluruh masyarakat, hari peringatan ini memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.

Pada tahun ini, tema sentral yang diangkat adalah mengenai makanan. menurut Food and Agriculture Organization (FAO), setiap tahun sekitar 1,3 miliar ton makanan yang telah terbuang dan menjadi sampah. dimana gaya hidup manusia telah menyebabkan sedikitnya 1,3 miliar ton makanan terbuang percuma. padahal 1 dari 7 orang di dunia harus rela tidur dalam keadaan lapar dan lebih dari 20.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap hari karena kelaparan.

Mengingat hal tersebut, UNEP kemudian menetapkan tema hari lingkungan hidup 2013 berupa: “Think.Eat.Save”, dengan mongolia sebagai host country perayaan. Dengan tema tersebut, UNEP mengajak semua warga dunia untuk lebih sadar akan dampak lingkungan yang diakibatkan dari pilihan jenis makanan yang dibuat ataupun dikonsumsi.


Dampak dari limbah makanan bukan hanya kerugian secara finansial saja. namun limbah makanan juga berdampak buruk bagi lingkungan. semakin banyak sisa makanan yang terbuang berarti juga semakin besar pemborosan terhadap penggunaan bahan kimia, sumber daya alam , serta makin banyak bahan bakar yang dihabiskan untuk transportasi.

Semakin banyak makanan membusuk pun akan menghasilkan lebih banyak metana, salah satu gas rumah kaca yang paling berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. metana mempunyai kontribusi menghasilkan gas rumah kaca 23 kali lebih besar dibanding co2. jumlah besar makanan pergi ke tempat pembuangan sampah membuat kontribusi yang signifikan terhadap pemanasan global.

Mengurangi limbah makanan, berarti juga menghemat uang, meminimalkan dampak lingkungan dari produksi pangan dan proses produksi pangan pun menjadi lebih efisien. karena jika makanan terbuang, berarti semua sumber daya dan input yang digunakan dalam produksi makanan juga ikut hilang.

beberapa fakta penting mengenai pangan dan produksi pangan:

  • 25% lahan tanah di bumi dipergunakan dalam produksi pangan
  • Produksi pangan mengonsumsi hingga 70% dari total air tawar di bumi
  • Alih fungsi hutan menjadi areal pertanian merupakan penyumbang 80% kerusakan hutan
  • Produksi pangan menjadi penyumbang 30% dari total  emisi gas rumah kaca

Maka dengan peringatan hari lingkungan hidup 2013 mari kita cermati dampak lingkungan yang diakibatkan dari pilihan jenis makanan kita. so, think.eat.save – reduce your foodprint; think before you eat and help save our environment!

Indonesia pun menyikapi tema Hari Lingkungan Hidup seDunia selaras dengan tema “Think-Eat-Save” sesuai kondisi di Indonesia.

Di Paroki Monika pun tidak mau ketinggalan, dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup sedunia akan diselenggarakan berbagai kegiatan lomba dan seminar bertemakan Makin Beriman Makin Peduli Lingkungan Hidup.

Mohon partisipasi dalam seminar lingkungan hidup, pada hari Minggu 9 juni 2013 jam 10.30 di aula Benedictus.
(berbagai acara Perayaan Hari Lingkungan Hidup di Paroki St. Monika di : http://serpong.santoambrosius.org/2013/05/peringatan-hari-lingkungan-hidup-st-monika-9-juni-2013/)
Dress code baju atau kaos berwarna hijau dan jangan lupa bawa tempat minuman sendiri ya.
(V Suryantono dan berbagai sumber)

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>