Gereja Besar Dunia

gereja_besar

Gereja bisa dimaknai dua, yaitu bangunan tempat beribadat orang Kristen dan Katolik, serta makna yang lain adalah sebagai umat beriman Kristen/Katolik.

Sehubungan dengan pembangunan Gereja Santo Ambrosius, pada kali ini kita membicarakan gereja dengan makna yang pertama, sebagai sebuah bangunan.

Gereja di dunia ini begitu banyak, tersebar di seluruh penjuru. Pada umumnya, Gereja dibangun dengan penuh perhitungan, kecuali bangunan gereja yang tidak permanen. Umat yang merasa memiliki bangunan gereja ingin membuat sebuah bangunan yang terbaik, indah, dan tentunya kuat.

Biasanya pembangunan gereja menghabiskan waktu yang lebih lama dari pada membangun sebuah gedung. Orang beranggapan membangun gereja itu berarti membangun rumah Tuhan.

Bangunan Gereja, khususnya di bagian interior juga harus disesuaikan dengan tata perayaan pada saat kegiatan di dalam gereja, termasuk perubahan-perubahan yang dimungkinkan pada saat proses finishing.

Itulah yang membuat pembangunan gereja bisa memerlukan waktu yang relatif lama. Karena Gereja sebagai rumah Tuhan ingin dipersembahkan dengan semua yang terbaik. Dan pembangunan gereja juga tentunya memerlukan biaya yang cukup besar.

Mari kita melihat tiga  bangunan gereja ternama di dunia:

Yang pertama adalah Basilika Santo Petrus (St. Peter Basilica), Vatican, Italia. Banguan ini panjangnya 220 m dan lebarnya 150 m. Mempunyai interior termegah dibandingkan gereja-gereja  lain di dunia. Bangunan megah ini dibangun pada tahun 1506 sampai 1626.  Gereja ini meliputi area seluas 2,3 hektare dan mampu menampung hingga 60 ribu jemaat. Kubah St Peter’s Basilica didesain oleh Michaelangelo, alun-alun pelataran utamanya didesain Gian Lorenzo Bernini, sedangkan arsitek keseluruhannya dirancang oleh Donato Bramante.

Seperti yang kita ketahui bahwa Gereja ini juga merupakan tempat tinggal Paus. Selain itu, di dalam gereja ini juga terdapat makam Paus-paus  terdahulu, termasuk Paus pertama yaitu Santo Petrus.

St. Peter’s Basilica merupakan gereja dengan gaya Renaissance Akhir yang berlokasi di Vatikan. Gereja dengan nama Italia, Basilica Papale di San Pietro in Vaticano disebut salah satu gereja terbesar di dunia dan karya paling terkenal dari arsitektur Renaissance.

Sesungguhnya, St Peter’s Basilica bukanlah katedral. Pasalnya, gereja ini tidak memiliki kursi untuk posisi Uskup Agung. Katedral Uskup Roma ada di Archbasilica of St John Lateran.

St. Peter’s Basilica merupakan pusat dari Gereja Katolik Roma dan salah satu situs suci bagi umat Katolik dunia. Dalam tradisi Katolik Roma, Basilika ini merupakan lokasi pemakaman Santo Petrus (Saint Peter), yang kita kenal  sebagai salah satu dari dua belas murid Yesus. Santo Petrus juga disebut sebagai Paus pertama.

Sejarah menyebutkan bahwa makam Santo Petrus berada langsung di bawah Altar Basilika. Karena itulah, sejak awal Kekristenan, banyak Paus yang dimakamkan di St. Peter’s Basilica. Sejarah menunjukkan bahwa sejak abad keempat, ada Basilika Constantinian di lokasi ini.

St. Peter’s Basilica terkenal sebagai tempat ziarah umat Kristen dunia dan para turis. Karena lokasinya di negara Vatikan, Paus pun menjadi pemimpin di St. Peter’s. Pemimpin tertinggi gereja Katolik Roma itu memimpin ibadah untuk 15.000 hingga 80.000 orang, baik di dalam basilika maupun di bagian luarnya, St. Peter’s Square.

St Peter’s Basilica kental dengan berbagai sejarah. Mulai dari era gereja Kristen Awal, Kepausan, hingga masa reformasi Kekristenan, dan para seniman. St Peter’s juga masuk dalam daftar empat Gereja di Roma yang masuk kategori basilika.

Gereja besar kedua adalah Basilika National Shrine of Our Lady of Aparecida di Brasil. Basilika Nasional Shrine of Our Lady of Aparecida juga merupakan gereja Katolik Roma yang terletak di Aparecida, Brazil. Bangunan   ini panjangnya 173 m dengan lebar 168 m, pada awalnya dibangun pada tahun 1700-an, tetapi karena Our Lady of Aparecida itu sangat populer, maka awal tahun 1955 bangunan itu diperluas kembali sehingga dapat menampung lebih dari 45.000 orang. Our Lady of Aparecida dianggap sebagai Santa Pelindung negara Brasil. Orang Brasil, utamanya para buruh banyak berdoa setiap harinya di basilika ini. Pada tahun 1984, gereja ini juga pernah mendapat gelar sebagai “the largest Marian Temple in the World.

Katedral Seville di Spanyol merupakan bangunan gereja besar yang ketiga. Katedral Seville adalah Gereja Katolik yang terletak di selatan Spanyol di kota Sevilla. Ia juga dikenal sebagai Katedral Saint Mary dari See. Gereja ini dibangun dalam gaya Gothic dari 1402-1511 dan dua kali sejak saat itu kubah telah diganti sekali karena gempa bumi. Di dalam Katedral besar Seville adalah 80 kapel dan sebanyak 500 misa telah dilangsungkan setiap hari. Disebutkan di katedral seluas 124.000 kaki persegi inilah Christopher Columbus dimakamkan di halaman gereja.

Bila kita perhatikan tiga bangunan gereja megah di atas, ternyata membangun  gereja itu tidak sembarangan. Pastinya setiap pembangunan gereja memerlukan tenaga, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Pasti juga ada pro kontra di balik proses pembangunannya. Namun, bila gereja itu sudah selesai, baru nampaklah keagungannya dan kemegahannya. Apa lagi kalau gereja itu sudah berusia tahunan, auranya pun berbeda. Kesuciannya juga terasa. Hal ini karena di dalamnya kita mempercayai ada energi positif dari doa-doa yang dilantunkan.

Kita juga berharap suatu hari nanti kita akan mempunyai gereja yang mendekati seperti itu. Gereja yang megah, kuat, agung, dan mempunyai energi positif sehingga siapa pun yang datang berdoa di dalamnya merasakan keagungan Allah dan merasa berada di rumah-Nya. Gereja yang bisa memberikan kebanggaan buat kita, anak dan cucu kita, gereja yang bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun kedepan.

Karena itu, Saudari-Saudara, marilah kita menyukseskan pembangunan gereja kita dengan ikut berpartisipasi di dalamnya dengan memberikan bagian kita, misalnya jajan di kantin St. Ambrosius saja sudah memberikan partisipasi. Dan semua program penggalangan dana di Gereja St. Ambrosius ini.

O ya, mohon kesabarannya untuk menunggu  selesainya gereja. Ada uang ada barang begitu kata orang dagang. Nah, begitu juga pembangunan gereja. Pembangunan gereja memerlukan waktu yang tidak sebentar dan dana yang tidak sedikit.

(Disarikan dari berbagai sumber)

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>