Indahnya Memberi

memberi

Sering orang beranggapan bahwa ketika seseorang memberi sesuatu kepada orang lain, ia kehilangan. Sebenarnya tidak, ia justru akan mendapatkan sesuatu yang berharga yang merupakan buah dari hasil memberi. Ketika kita memberi, memang sesuatu itu hilang. Namun maksud baik kita dan perbuatan baik kita tetap ada di dalam diri kita. Semakin banyak kita berbuat baik, kita akan menemukan bahwa kebaikan itu menjadi suatu habit, kebiasaan yang tidak bisa lepas dari diri kita lagi. Selain itu kebaikan itu tentunya membawa energi yang positif untuk diri kita. Energi positif akan berpengaruh pada makin baiknya hidup seseorang.

Kita kemudian bertumbuh dalam kebaikan itu terus-menerus. Yang dikenang dari diri kita adalah kebaikan-kebaikan kita itu. Kebaikan itu kemudian tumbuh dalam hidup orang lain juga. Tidak hanya menjadi milik diri kita. Mengapa? Karena pada dasarnya orang mau belajar sesuatu yang baik dari sesamanya.

Apa yang kita berikan kepada orang lain hanyalah simbol dari cinta dan perhatian kita kepada sesama. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih indah. Cinta itu indah. Kerena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih dan berbahagia karenanya. Dengan memberi, kita mau menjadi bagian dari hidup sesama kita.

Satu sumber yang tak diketahui berkata:

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka : Memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin atau bisa jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk melakukannya juga.

Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.

Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan, seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan.

Kita bisa mewujudkan keajaiban melalui memberi dan kami yakin bahwa memberi merupakan kebutuhan manusia yang mendasar. Kebutuhan yang mendatangkan manfaat bagi penerima maupun pemberi. Memberi membawa makna bagi hidup kita. Saat memberi kita berkesempatan untuk menciptakan dampak yang hebat selama hidup dan kerap setelah hidup kita. Dan bila kita memberi tanpa mengharapkan imbalan, kita meraup lebih banyak lagi manfaat. Semakin banyak memberi semakin banyak semangat, energi positif, dan kegembiraan yang kita peroleh dalam hidup ini.

Pada saat seseorang insan memberi, ia mengambil langkah langkah penting untuk mencapai potensi pribadinya, seraya memperbaiki dunia melalui tindakan-tindaknya. Memberi memperkaya hidup kita dengan makna, kegenapan, dan kebahagiaan. Memberi memungkinkan kita membebaskan potensi diri dan menciptakan berbagai trobosan. Sesungguhnya, mampu memberi merupakan hak istimewa kita. Jadi, berikanlah waktu Anda, kearifan Anda, harta dan cinta Anda….. Dan rasakan kekuatan dan indahnya memberi.

Karena kita semua percaya bahwa hidup kitapun adalah pemberian dari Tuhan kita.

(Enung Martina)

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>