Sejarah Gereja Santo Ambrosius

Pada tahun 1990 di Serpong dan sekitarnya dicanangkan rencana pemekaran Paroki Santo Agustinus Karawaci, dengan pembentukan stasi untuk kawasan Serpong. Dengan fasilitas hibah dari PT Bumi Serpong Damai akhirnya terbentuklah Paroki Santa Monika, yang mempunyai batas wilayah:

- Sebelah Utara: Jln Tol Jakarta Merak, berbatasan dengan Paroki St Maria Tangerang.

- Sebelah Timur: Kali Angke, berbatasan dengan Paroki St Bernadeth Cileduk, Paroki St Matius Penginjil Bintaro dan Paroki Barnabas Rasul Pamulang.

- Sebelah Selatan: Gunung Sindur, berbatasan Keuskupan Bgor.

- Sebelah Barat: Balaraja, berbatasan dengan Paroki Santo Agustius, Karawaci.

Seiring dengan perkembangan penduduk dan kemajuan kawasan yang menjadi wilayah pelayanan Paroki Santa Monika, maka Paroki Santa Monika pun berkembang dengan pesat dan telah beberapa kali diadakan pemekaran, yaitu: Paroki Santa Odilia di Citra Raya, Santa Helena di Karawaci, dan Santo Laurensius di Alam Sutera. Pada Tahun 2008, Paroki Santa Monika terdiri dari 13 wilayah dan 82 lingkungan, yang secara kasat matapun terlihat sangat memenuhi setiap perayaan misa, yang merupakan tantangan bagi selain pengurus gereja juga untuk umat sendiri, bagaimana kita menyiapkan saran dan prasarana yang dapat membuat umat dapat mengikuti ibadat dengan khusuk.

Gereja Santo Ambrosius lahir untuk memenuhi kebutuhan umat yang terus menerus bertumbuh di kawasan Serpong yang menjadi wilayah pelayanan Paroki Santa Monika. Dalama kurun waktu 10 tahun terakhir ini seiring dengan perkembangan Serpong dan sekitarnya mengundang pendatang baru, yang sebagian diantaranya umat Kathoik. Oleh karenanya pembangunan Gereja baru merupakan suatu kebutuhan ntuk memenuhi perkembangan dan kualitas rohani umat. Setelah diadakan berbagai pertemuan dan pembahasan baik di internal Paroki Santa Monika dan Keuskupan Agung Jakarta, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Gereja Santo Ambrosius. Panitia dilantik dan diberkati oleh Pastor Y.Y. Widyasuhardjo. OSC, Pastor Kepala Paroki Santa Monika pada tanggal 3 Agustus 2008

Gereja Santo Ambrosius terletak di Blok O8 RW8, Villa Melati Mas ini akan melayani umat yang berada di Villa Melati Mas dan sekitarnya, yang menurut data terakhir terdiri dari 5 wilayah dan 32 lingkungan.

Pada tanggal 24 Agustus, Bapak Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmaja, SJ meneguhkan berdirinya badan hukum Pengurus Gereja dan Dana Papa Gereja Santo Ambrosius, yang dikukuhkna dengan akta notaris No.38 tertangal 24 Agustus 2008 oleh notaris Wliana Salim, SH.

Berbekal persetujuan dari Keuskupan Agung Jakarta, dan didukung oleh surat ijin Bupati Tangerang No. 593/2246-Peng-As/2007, tentang pemanfaatan tanah fasilitas sosial milik pemerintah kabupaten Tangerang dan Pengurus Gereja Dan Dana Papa Roma Katlik Santa Monika untuk Gereja, Keputusan Bupati Tangerang No. 659/Kep 199-DTRP/2008 tentang ijin pemanfaatan ruang, serta Keputusan Bupati Tangerang No. 645.8/852-DBP/2008 tentang Ijin Mendirikan Bangunan, maka panitia terus menerus bekerja untuk mewujudkan gereja baru.

Peletakan Batu Pondasi Gereja Santo Ambrosius